24 Mei 2013
Bangun Peradaban Islam


Nurcholish Madjid Wariskan Pendekatan Terbuka terhadap Agama


Umat Islam jangan terus terjebak dalam dogma mendirikan negara Islam, melainkan harus membangun cita-cita peradaban Islam Indonesia yang damai dan diterima semua pihak. Untuk itu diperlukan pengembangan rasio, akal budi, dan sikap terbuka.


Demikian disampaikan Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Ali Munhanif dalam diskusi  “Di Balik Gagasan-gagasan Nurcholish Madjid”, Kamis (23/5), di Jakarta. Acara yang digelar Nurcholish Madjid Society itu juga dihadiri pembicara lain, pemikir keagamaan dan sosial, M Dawam Rahardjo.


Ali Munhanif mengajak untuk kembali merenungkan gagasan Nurcholish Madjid (Cak Nur) tentang “Islam Yes, Partai Islam No”, Ini merupakan dorongan untuk meninggalkan dogma lama tentang keharusan memperjuangkan pendirian negara Islam. Dari pada terjebak romantisme itu, lebih baik umat Islam mengejar cita-cita mengembangkan substansi ajaran Islam yang damai dan diterima semua pihak.


“Umat Islam harus menggunakan rasio dan akal budi untuk memahami Islam yang lebih substansif,” katanya.


Dari Nurcholish Madjid bisa diserap pendekatan yang terbuka terhadap ajaran agama, Keislaman hendaknya dipahami dalam konteks keindonesiaan sehingga lebih membumi. Agama harus menjadi tongkat penuntun praktik hidup yang damai, saling menghargai, tidak menegasikan satu sama lain. Keterbukaan itu menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dalam dialog antar-agama.


Dawam Rahardjo juga menekankan pentingnya gagasan Cak Nur tentang pemisahan antara politik dan Islam. Agama menerapkan kebenaran mutlak, sementara politik merupakan kegiatan duniawi dengan kebenaran relatif. Jika Islam dan politik dipadukan secara formal, akan rentan terjadi manipulasi agama untuk kepentingan politik.


Penyatuan agama dan politik juga bisa menjadikan praktik politik kenegaraan diselimuti prinsip-prinsip agama yang mutlak. Ini berbahaya karena berpotensi menjadikan negara otoriter atau dijalankan dengan aksi-aksi kekerasan. Karena itu, umat Islam di Indonesia harus lebih rasional dan melepaskan Islam dari stigma neo-teokrasi (negara berdasarkan agama).


“Tujuan perjuangan Islam bukanlah politik, melainkan peradaban. Islam harus bergerak masuk  dalam  masyarakat sipil dengan program-program kemajuan di masyarakat”, katanya.


 Sumber: Koran Kompas, Jumat, 24 mei 2013



***


Agenda
03 Nov 2017
UNDANGAN TERBUKA

PERESMIAN PERPUSTAKAAN Prof. Dr. Nurcholish Madjid

"Kepustakaan Pembentuk Pemikiran Cak Nur: Relasinya dengan Konteks Sosial"

 baca]


Rilis Pers
SIKAP INDEPENDEN NCMS 2014

Memperhatikan suasana politik jelang Pilpres 9 Juli 2014 dan pasca Pilpres sebelum penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dirasakan cukup sensitif secara emosional yang mudah sekali menjadi pemicu yang bisa menyulut perpecahan, konflik, yang dikhawatirkan akan berakibat  lebih  serius  lagi,  yaitu  adanya ... [baca]


Agar Hukum Tidak Menjadi Fiksi

Donasi

Yayasan Sositas Nurcholish Madjid
Rekening No: 128-00-0561671-6
Bank Mandiri
KCP Tangerang BSD

Volume 8, Nomor 1

 
 
Grha STR lantai 4, Ruang 405 - Jl. Ampera Raya No 11, Cilandak, Jakarta Selatan 12550
© 2012 Nurcholish Madjid Society