30 Ags 2013
Semangat Mengayomi


Peringatan  Sewindu Haul Nurcholish Madjid


Umat Islam di Indonesia hendaknya terus menghidupkan semangat mayoritas yang mengayomi semua kelompok di negeri ini. Ini bisa menjadi sarana untuk terus menyambungkan solidaritas kebangsaan dan keindonesiaan.


Harapan itu disampaikan penelitian senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mochtar pabottingi, dalam diskusi “Peringatan Sewindu Haul Nurcholish Madjid (Cak Nur)”. Pembicara lain, Ketua Komisi HAM Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Siti Ruhaini Dzuhayatin. Acara di pandu oleh Rosiana Silalahi. Diskusi untuk memperingati Nurcholish Madjid (1939-2005) itu juga dihadiri keluarga, para sahabat, murid, dan mahasiswa.


Cak nur adalah cendikiawan Muslim yang, melahirkan banyak pemikir pembaharuan pemikiran Islam, demokrasi, dan keindonesiaan. Sepanjang hidupnya, dia mengkaji pentingnya inklusivisme, pluralism, dan dialog antarperadaban.


Menurut Mochtar Pabotinggi, Cak Nur menampilkan pemikiran bernas dan cerdas dalam pembaruan pemikiran Islam. Dia mengangkat kepercayaan diri umat Islam di Indonesia sebagai mayoritas dan mengayomi kelompok-kelompok lain, termasuk minoritas. Dia memupuk semangat kebangsaan sebagaimana dirintis para pendiri bangsa.


“Cak Nur mendorong umat Islam untuk menyongsong demokrasi setelah Orde Baru. Gagasan akan pentingnya sikap inklusif (keterbukaan) menghindarkan bangsa dari pecah belah”.


Mochtar Pabottingi mengungkapkan, gagasan Cak Nur tentang moderasi, sekularisasi, dan pluralisme memberi sumbangan berharga untuk mempertahankan kewarasan bangsa di tengah krisis di tanah Air. Dia berusaha mengoreksi sikap eksklusif umat Islam sambil memperkuat semangat inklusif agama ini.


Semua itu perlu terus dikembangkan untuk kemajuan bangsa. Siti Ruhaini Dzuhayatin, yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menilai, Cak Nur seorang militanyang memperjuangkan perdamaian radikal. Dia menumbuhkan agama dalam masyarakat sipil yang menangani perbedaan dengan dialog, mediasi, pendekatan dan resolusi konflik.


Semua itu bermuara pada toleransi dan saling menghargai perbedaan sebagai tanggung jawab individual. Lewat gagasan-gagasan Cak Nur mendorong masyarakat Islam di Indonesia untuk menerima demokrasi. Kini, Indonesia menjadi salah satu model penting penerimaan Islam atas demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Ketika negara-negara Timur Tengah dilanda kemelut, proses transisi demokrasi di sini  berjalan damai dab stabil.


Sumber, Kompas, Jumat, 30 Agustus 2013   



***


Agenda
03 Nov 2017
UNDANGAN TERBUKA

PERESMIAN PERPUSTAKAAN Prof. Dr. Nurcholish Madjid

"Kepustakaan Pembentuk Pemikiran Cak Nur: Relasinya dengan Konteks Sosial"

 baca]


Rilis Pers
SIKAP INDEPENDEN NCMS 2014

Memperhatikan suasana politik jelang Pilpres 9 Juli 2014 dan pasca Pilpres sebelum penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dirasakan cukup sensitif secara emosional yang mudah sekali menjadi pemicu yang bisa menyulut perpecahan, konflik, yang dikhawatirkan akan berakibat  lebih  serius  lagi,  yaitu  adanya ... [baca]


Agar Hukum Tidak Menjadi Fiksi

Donasi

Yayasan Sositas Nurcholish Madjid
Rekening No: 128-00-0561671-6
Bank Mandiri
KCP Tangerang BSD

Volume 8, Nomor 1

 
 
Grha STR lantai 4, Ruang 405 - Jl. Ampera Raya No 11, Cilandak, Jakarta Selatan 12550
© 2012 Nurcholish Madjid Society