20 Des 2013
Solidaritas dan Keadilan Sosial Jadi Persoalan


Praktik demokrasi di Indonesia selama 15 tahun terakhir telah menghasilkan kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berserikat. Namun, kehidupan kebangsaan belum jadi lebih baik.


“Apakah kita sudah lebih bahagia dengan demokrasi yang kita capai? Sepintas kehidupan kita membaik. Namun, kesenjangan ekonomi kian parah dan solidaritas bangsa rusak, “kata Direktur Reform Institute Yudi Latif dalam Kajian Refleksi Akhir Tahun: tentang Politik, Kesejahteraan Umum dan Keadilan, di Jakarta, Kamis (19/12).Diskusi yang digelar Nurcholish Madjid Society (NCMS) itu juga menghadirkan pembicara Direktur Megawati Institute Siti Musdah Mulia.


Acara dipandu Ketua Yayasan NCMS M Wahyuni Nafis.Yudi Latif menuturkan, Indonesia menghadapi dua masalah serius. Pertama, solidaritas dalam keragaman etnik dan agama yang menciptakan toleransi dan harmoni yang cenderung tergerus. Kedua, kesenjangan kaya dan miskin yang kian lebar.“Tanpa solidaritas bangsa dan keadilan sosial, demokrasi tak bisa jadi rumah yang membahagiakan. Konflik sosial dan kesenjangan bisa menikam demokrasi,” kata Yudi


Yudi mengutip hasil survei Reform Institute yang menunjukkan, sebanyak 78 persen responden menilai negara belum mampu mewujudkan kesejahteraan umum, Kini, tinggal 60 persen responden yang percaya kepada partai politik.Untuk mengatasinya, harus ditumbuhkan demokrasi yang memperkuat solidaritas. Suara mayoritas menentukan, tetapi tetap menghormati minoritas.


Siti Musdah Mulia menambahkan, lembaga demokrasi di Indonesia belum tertata dengan baik. Partai politik gagal mengembangkan pendidikan politik. Masyarakat hanya menjadi objek untuk mendulang suara di pemilu atau pilkada.“Demokrasi baik. Namun, ibarat membuka jendela, kita juga menghirup debu dan serangga. Kita belum punya penyaring. Kita justru sedang mengalami defisit demokrasi,” katanya.


Musdah berharap, ada evaluasi terhadap perjalanan demokrasi dan memperbaiki kekurangannya. Demokrasi harus dijalankan untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.


Koran Kompas, Jum’at, 20 Desember 2013



***


Agenda
03 Nov 2017
UNDANGAN TERBUKA

PERESMIAN PERPUSTAKAAN Prof. Dr. Nurcholish Madjid

"Kepustakaan Pembentuk Pemikiran Cak Nur: Relasinya dengan Konteks Sosial"

 baca]


Rilis Pers
SIKAP INDEPENDEN NCMS 2014

Memperhatikan suasana politik jelang Pilpres 9 Juli 2014 dan pasca Pilpres sebelum penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dirasakan cukup sensitif secara emosional yang mudah sekali menjadi pemicu yang bisa menyulut perpecahan, konflik, yang dikhawatirkan akan berakibat  lebih  serius  lagi,  yaitu  adanya ... [baca]


Agar Hukum Tidak Menjadi Fiksi

Donasi

Yayasan Sositas Nurcholish Madjid
Rekening No: 128-00-0561671-6
Bank Mandiri
KCP Tangerang BSD

Volume 8, Nomor 1

 
 
Grha STR lantai 4, Ruang 405 - Jl. Ampera Raya No 11, Cilandak, Jakarta Selatan 12550
© 2012 Nurcholish Madjid Society