08 Nov 2009
Agar Hukum Tidak Menjadi Fiksi


Pasca diperdengarkannya rekaman percakapan telepon antara Anggodo dengan sejumlah pihak di Mahkamah Konstitusi, kasus korupsi yang melibatkan Anggoro Widjojo (PT. Masaro) terus memunculkan spekulasi-spekulasi yang membingungkan publik. Salah satu yang terpenting adalah pernyataan Kapolri Jend. Pol. Bambang Hendarso Danuri yang dilontarkan saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI pada Kamis malam, 5 November 2009 silam.

Dalam kesempatan itu, Kapolri mengatakan ada orang berinisial MK (maksudnya hampir dipastikan MS Kaban) sebagai pihak yang menerima dana suap sebesar 17,5 milyar. Dikatakan, MK merupakan salah seorang dari lima penerima suap yang kemudian mengaitkannya dengan kasus pimpinan non aktif KPK CH (Chandr M. Hamzah) dan BS (Bibit S. Rianto).

Selanjutnya, Kapolri menilai bahwa sangkaan korupsi yang dilakukan oleh MK ditangguhkan dan tidak diteruskan olek KPK. Hal ini karena ada hutang budi CH kepada MK karena jasa beliau dalam memfasilitasi pernikahan CH dengan Nadia, putri seorang tokoh berinial N (maksudnya hampir dipastikan Nurcholish Madjid).

Dengan pernyataan Kapolri tersebut, Kami (Nurcholish Madjid Society dan elemen-elemen lainnya) merasa perlu untuk melakukan klarifikasi. Sebab, menyebut nama Nurcholish Madjid dalam kaitannya dengan perkara korupsi tidak lagi sebatas masalah keluarga, tetapi merupakan kepedulian bersama. Hal ini mengingat posisinya sebagai guru bangsa yang pernah menjadi ikon pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan seluruh perjalanan hidupnya diabdikan untuk itu.

Pertama-tama perlu dijelaskan bahwa Chandra Hamzah memang pernah menikah dengan Nadia Madjid pada tahun 1994, namun telah bercerai pada tahun 2001. Adapun Cak Nur sendiri telah wafat pada Agustus 2005. Oleh karena itu, ketika kasus PT. Masaro ini bergulir pada 2008, Chandra Hamzah sudah tidak memiliki pertalian keluarga lagi dengan keluarga Cak Nurómeski tetap menjaga hubungan baik.

Selanjutnya, dalam pergaulan kami dengan Nurcholish Madjid sampai akhir hayatnya, juga menurut pengakuan keluarga Cak Nur dan MK sendiri, Nurcholish Madjid tidak pernah dekat dan tidak mengenal M.S. Kaban secara pribadi. Kaban tidak diundang dalam pernihakan antara Nadia dan CH, apalagi menjadi wali atau saksi nikah mereka. Cak Nur juga tidak pernah menyebut-nyebut nama Kaban dan, seperti diakui Kaban sendiri, Kaban pun tak pernah masuk dalam lingkaran pergaulan Nurcholish Madjid.

Sementara itu, MS Kaban dan Chandra Hamzah memang saling mengenal dalam arti perkenalan biasa sebagai aktivis HMI. Namun harus dicatat pula bahwa keduanya berasal dari dua kubu HMI yang berbeda, karena Kaban merupakan aktivis dari HMI MPO, sehingga intensitas hubungannya pun menurut CH tidak terlalu kuat.


Dalam kesempatan konferensi pers ini kami ingin menyatakan bahwa,

1. Pernyataan Kapolri tentang keluarga kami yang dihubungkan dengan MS Kaban sama sekali tidak benar dan tidak mendasar.
2. Kami sangat menyesalkan pernyataan ceroboh dan gegabah itu, apalagi dikait-kaitkan dengan sangkaan terjadinya korupsi.
3. Agar tidak menimbulkan salah persepsi masyarakat terhadap keluarga kami, sudah selayaknya bahkan seharusnya Kapolri secara jujur dan terbuka mengakui kesalahan ini.
4. Sesuatu yang menyangkut harkat dan martabat pihak lain mestinya harus dilakukan dengan hati-hati, cermat, dan tidak mengambil kesimpulan serampangan.
5. Menyesalkan tumpulnya hati nurani anggota Komisi III DPR, yang tidak cukup kritis menanggapi pernyataan Kapolri di atas. Sebagai wakil rakyat, anggota DPR harus lebih peka terhadap rasa keadilan rakyat.
6. Mendesak Kapolri untuk meminta maaf kepada publik atas pernyataan yang lebih didasarkan pada spekulasi bukan atas dasar fakta, yang tidak sepantasnya dilakukan oleh penegak hukum.


Minggu, 8 Nopember 2009, Jam 13.00 WIB
Paramadina, Pondok Indah Plaza 1

Keluarga Nurcholish Madjid
Nurcholish Madjid Society
Yayasan Paramadina
Elemen-elemen simpatisan Nurcholish Madjid lainnya

***


Agenda
03 Nov 2017
UNDANGAN TERBUKA

PERESMIAN PERPUSTAKAAN Prof. Dr. Nurcholish Madjid

"Kepustakaan Pembentuk Pemikiran Cak Nur: Relasinya dengan Konteks Sosial"

 baca]


Rilis Pers
SIKAP INDEPENDEN NCMS 2014

Memperhatikan suasana politik jelang Pilpres 9 Juli 2014 dan pasca Pilpres sebelum penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dirasakan cukup sensitif secara emosional yang mudah sekali menjadi pemicu yang bisa menyulut perpecahan, konflik, yang dikhawatirkan akan berakibat  lebih  serius  lagi,  yaitu  adanya ... [baca]


Agar Hukum Tidak Menjadi Fiksi

Donasi

Yayasan Sositas Nurcholish Madjid
Rekening No: 128-00-0561671-6
Bank Mandiri
KCP Tangerang BSD

Volume 8, Nomor 1

 
 
Grha STR lantai 4, Ruang 405 - Jl. Ampera Raya No 11, Cilandak, Jakarta Selatan 12550
© 2012 Nurcholish Madjid Society