Kajian TITIK-TEMU IX “Menghidupkan Etika Agama di tengah Krisis Manusia Modern”

Mengapa berbagai masalah sosial, politik, ekonomi dan budaya bangsa Indonesia sampai hari ini tetap karut-marut? Mengapa korupsi sulit diberantas? Mengapa penegakan hukum masih lemah? Mengapa justru orang-orang yang berusaha membongkar kebusukan permainan hukum dihalang-halangi dan bahkan dicari-cari kesalahan mereka? Mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang seharusnya didukung untuk memberantas korupsi, justru diobrak-obrik oleh para pejabat yang berkuasa di Kejaksaan dan Kepolisian? Mengapa kasus Bank Centrury seperti akan tenggelam di telan waktu, meskipun sebelumnya pernah menjadi perhatian utama dengan semangat yang terlihat menggebu-gebu?

Mengapa pemberantasan mafia peradilan tidak berjalan sebagaimana mestinya? Mengapa kasus rekening gendut para jenderal polisi tidak diusut tuntas? Mengapa masih banyak pilkada yang berujung pada kekisruhan? Mengapa banyak orang yang memiliki kekuasaan politik dan ekonomi memeras rakyat kecil untuk memperkaya diri atau kelompok? Mengapa tindakan anakis dan kekerasan banyak terjadi antara sesama anak bangsa? Mengapa jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin semakin melebar? Masih banyak “mengapa,” tetapi semua masalah itu telah mengakibatkan keadaan bangsa yang memprihatinkan, yang bisa diringkas menjadi sebuah pertanyaan: mengapa sebagian besar rakyat di negeri ini belum merasakan keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, dan ketenteraman?

Nurcholish Madjid Society (NCMS) kembali menggelar Kajian TITIK-TEMU IX, dengan tema “Menghidupkan Etika Agama di tengah Krisis Manusia Modern”, narasumber yang akan hadir Prof. Dr. Alois Nugroho (Dosen Atma Jaya Jakarta) dan Prof. Dr. Komarudin Hidayat, M.A. (Guru Besar UIN Syarif HIdayatullah Jakarta) Bertempat di Omah Btari Sri, Jl. Ampera Raya No. 11, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Desember 2010, Jam 18.30 s.d 21.30 WIB

 

 

 

 

Post a comment