Kajian TITIK-TEMU VIII “Menghidupkan Kembali Fitrah Beragama”

Alm Prof. Dr. Nurcholish Madjid, atau yang biasa disapa Cak Nur, adalah sosok yang selalu gusar dengan carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Beliau menyebut bahwa tidak heran jika Indonesia dijuluki sebagai “halaman belakang ” Asia Timur. Bukan hanya karena krisis berkepanjangan yang melanda negeri ini, tetapi juga karena terkuaknya kebobrokan para pengelola dan penyelenggara negara dengan serangkaian penyelewengan dan korupsi.

Jelang pemilihan umum presiden 2004 silam, karena prihatin akan nasib bangsa dan dorongan pembelajaran politik, Cak Nur maju sebagai calon presiden. Sebagai pembelajaran kesiapan diri sebagai presiden, beliau merumuskan platform, berisi 10 pogram yang akan ditegakkannya. Saat ini, bangsa kita terasa: leadershipless, misorientasi bernegara, etika dan akhlak sebagai manusia, pejabat dan negara berketuhanan dan religisiositas kita sirna. Padahal inilah elan vital tegaknya sebuah bangsa.

Nurcholish Madjid Society (NCMS) menggelar acara Halal Bi Halal, Haul Prof. Dr. Nurcholish Madjid sekaligus KajianTitik Temu VII, dengan tema “Menghidupkan Kembali Fitrah Beragama”.

Acara ini akan dihadiri oleh Prof. Dr. Mahfud MD, Dr. Djohan Effendi, Yudi Latif, Ph.D dan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Pada Kamis, 30 September 2010, bertempat Rumah Budaya Betari Sri , Jl. Ampera Raya No. 11 Kemang, Jakarta 12550

 

Post a comment