Haul Cak Nur ke-13. “POLITISASI AGAMA: Membaca Kembali ‘Islam, Yes; Partai Islam, No!'”

Haul Cak Nur ke-13 “POLITISASI AGAMA: Membaca Kembali ‘Islam, Yes; Partai Islam, No!’” Granada Ballroom, Lt. 1, Menara 165 Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak, Jakarta Selatan   Tahun 1970, Cak Nur mengeluarkan salah satu risalah penting, yaitu “Islam, Yes; Partai Islam, No!”. Lewat dentuman jargon itu, Cak Nur hendak

Continue reading

Perempuan di Ruang Publik: Kepemimpinan Perempuan dari Perspektif Teologi dan HAM

Diskursus mengenai peran perempuan di wilayah publik kerap mengisi ruang-ruang diskusi kita, terutama saat mulai mendekati masa pemilihan umum. Isu kepemimpinan ini sangat penting, bukan hanya ditilik dari kacamata demokrasi, melainkan juga dari sudut pandang teologi berbagai agama karena menyangkut hajat hidup umat beragama dan warga masyarakat secara luas. Dari

Continue reading

Pelatihan Mubalig Muda Berwawasan HAM Angkatan ke-VI

Nurcholish Madjid Society (NCMS) telah melaksanakan program Pelatihan Mubalig Muda sejak tahun 2012 silam. Pelatihan ini memadukan pendekatan komunikatif dan kognitif sekaligus. Partisipan akan dibekali pengetahuan dan metode berdakwah yang kreatif, tidak membosankan, dan tepat sasaran agar para pendengar memperoleh ilmu usai mendengarkan ceramah atau pengajian. Pelatihan ini khusus diperuntukkan

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU ke-42 “Membumikan Etika Politik”

Dua puluh tahun pascareformasi, perkembangan demokrasi Indonesia boleh dibilang tidak terlalu menggembirakan. Argumen ini muncul dari realitas praktik bermasyarakat dan bernegara kita yang masih jauh dari nilai-nilai demokrasi yang sesungguhnya. Dalam soal prosedur demokrasi, Indonesia boleh dikatakan sangat berhasil, nampak dari suksesnya penyelenggaraan pemilihan umum di berbagai tingkat pemerintahan dari

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU ke-41 “Ancaman Fanatisme dan Kalim Kebenaran terhadap Kehidupan Beragama”

Diskursus mengenai fanatisme dan klaim kebenaran tak pernah sepi digelar. Perbincangan mengenai kedua isu ini mulai ramai berlangsung terutama sejak era Reformasi 1998 bergulir. Runtuhnya rezim otoriter Orde Baru yang begitu mengekang kebebasan sipil dan politik warga negara, boleh dibilang menjadi pemicu bagi terbukanya kran kebebasan berpendapat dan beragam kebebasan

Continue reading