Kajian TITIK-TEMU XI Diskusi buku Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas dan Aktualisasi Pancasila.

Nurcholish Madjid Society (NCMS) menggelar Kajian TITIK-TEMU XI dengan membahas buku Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas dan Aktualisasi Pancasila. Yang akan hadir sebagai pembahas adalah Prof. Drs. R.M. Ananda B Kusuma, Jend (Purna) Teddy Rusdy dan  Eva Kusuma Sundari. Acara ini bertempat di Omah Btari Sri, Jl. Ampera Raya No. 11,

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU X “Membangun Karakter Bangsa”

Merujuk pada semangat dasar pendirian bangsa oleh para founding fathers, bangsa Indonesia dibangun atas semangat kemandirian untuk menentukan nasibnya dan ditopang oleh nilai-nilai luhur kehidupan bersama. Seharusnya semangat dasar itu dapat menentukan dan mewarnai arah kebijakan yang dibuat oleh para pemangku kebijakan publik di negeri ini. Tanpa karakter yang kuat,

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU IX “Menghidupkan Etika Agama di tengah Krisis Manusia Modern”

Mengapa berbagai masalah sosial, politik, ekonomi dan budaya bangsa Indonesia sampai hari ini tetap karut-marut? Mengapa korupsi sulit diberantas? Mengapa penegakan hukum masih lemah? Mengapa justru orang-orang yang berusaha membongkar kebusukan permainan hukum dihalang-halangi dan bahkan dicari-cari kesalahan mereka? Mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang seharusnya didukung untuk memberantas korupsi,

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU VIII “Menghidupkan Kembali Fitrah Beragama”

Alm Prof. Dr. Nurcholish Madjid, atau yang biasa disapa Cak Nur, adalah sosok yang selalu gusar dengan carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Beliau menyebut bahwa tidak heran jika Indonesia dijuluki sebagai “halaman belakang ” Asia Timur. Bukan hanya karena krisis berkepanjangan yang melanda negeri ini, tetapi juga

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU VII “Ruang Publik dan Ancaman Fanatisisme Agama”

Istilah ruang publik kerap dipertentangkan dengan istilah ruang privat. Ruang publik mengasumsikan satu ruang bersama dengan yang lain, yang berbeda dan karenanya bersifat plural. Komunikasi di dalam ruang publik mengandaikan diskursus yang waras (reasonable) dan rasional. Sementara ruang privat lebih dimaknai sebagai ruang pribadi secara personal atau bersama namun dengan

Continue reading