Kajian TITIK-TEMU VIII “Menghidupkan Kembali Fitrah Beragama”

Alm Prof. Dr. Nurcholish Madjid, atau yang biasa disapa Cak Nur, adalah sosok yang selalu gusar dengan carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Beliau menyebut bahwa tidak heran jika Indonesia dijuluki sebagai “halaman belakang ” Asia Timur. Bukan hanya karena krisis berkepanjangan yang melanda negeri ini, tetapi juga

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU VII “Ruang Publik dan Ancaman Fanatisisme Agama”

Istilah ruang publik kerap dipertentangkan dengan istilah ruang privat. Ruang publik mengasumsikan satu ruang bersama dengan yang lain, yang berbeda dan karenanya bersifat plural. Komunikasi di dalam ruang publik mengandaikan diskursus yang waras (reasonable) dan rasional. Sementara ruang privat lebih dimaknai sebagai ruang pribadi secara personal atau bersama namun dengan

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU VI “Revolusi Spiritualitas: Ikhtiar Mewujudkan Kebenaran”

Di manakah letak spiritualitas dalam panggung kepemimpinan bangsa ini? Pertanyaan ini menjadi krusial untuk digulirkan di tengah carut marut kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Tanah Air. Kritik terhadap gejala defisit spiritualitas para pemimpin bangsa sesungguhnya merupakan suatu ikhtiar untuk menjemput sosok pemimpin yang otentik, menggali tipe kepemimpinan yang ideal sekaligus

Continue reading

Kajian TITIK-TEMU V “Islam dan Kebudayaan Jawa: Sejarah Akulturasi dan Sejarah Nilai”

Nurcholish Madjid Society (NCMS) menggelar Kajian TITIK-TEMU ke-5, dengan tema Islam dan Kebudayaan Jawa: Sejarah Akulturasi dan Sejarah Nilai. Dengan narasumber Prof. Dr. Abdul Hadi WM dan Martin Moentadhim Sri Marthawienata. Bertempat di Graha STR Lt. 3, Jl. Ampera Raya No. 11, Kemang, Jakarta Selatan Kamis, 20 Nopember 2009, Jam

Continue reading

Kajian Titik Temu IV “Agama-agama Ibrahimi, Titik Temu dan Titik Seteru antara Yahudi, Kristen dan Islam”

Yahudi, Kristen, dan Islam memiliki lebih banyak unsur pemersatu daripada titik seteru. Ada banyak sekali kesamaan terkait dengan isi kitab suci maupun kisah tentang para nabi. Ketiga agama besar ini pun sama-sama menandaskan bahwa ketaatan sejati terhadap wahyu Ilahi harus dilambari hubungan yang benar dengan Tuhan dan sesama manusia. Bahkan,

Continue reading