Perlunya Beragama yang “Ngintelek”: Mengingat Cak Nur

Ulil Abshar Abdalla Saya ingin jeda sebentar setelah menulis dua –dimuat  di web ini dua hari berturut-turut– catatan agak panjang mengenai fenomena new-atheism. Agar saya sendiri, dan juga teman-teman yang kebetulan mengikuti tulisan saya, tidak “spaneng”, saya akan menulis hal lain. Tentu ini masih terkait dengan soal hubungan agama dan sains.

Continue reading

Masih Adakah Realitas Tunggal?

Fachrurozi Majid   Dulu, waktu kecil saya sangat meyakini bahwa agama orang Betawi itu Muslim. Tradisi yang dijalani pun sudah pasti NU. Tak ada kemungkinan lain. Memang ada tetangga kami yang menjalankan tradisi Muhammadiyah, tetapi mereka datang dari kampung seberang, bukan anak keturunan Betawi. Bertambahlah keyakinan saya bahwa orang Betawi

Continue reading

Bahaya Rasisme

Fachrurozi Majid   Rasisme itu sangat berbahaya. Amerika Serikat kini tengah menghadapi isu paling menantang di dunia ini. Indonesia, dengan beragam latar belakang suku dan budaya, paling rentan dengan isu ini. Kita berkali-kali tercabik-cabik lantaran memainkan isu rasisme ini. Yang paling anyar, kasus teriakan rasis kepada anak-anak Papua di asrama

Continue reading

Anugerah Lupa

Fachrurozi Majid   Dalam obrolan grup WA, Prof. Komaruddin Hidayat, Rektor UIII dan Caknurian, berbagi pikiran soal anugerah lupa di era media sosial yang makin menggemaskan. Kebanyakan kami setuju soal ini. Disebut sebagai anugerah, sebab lupa–bukan disengaja, tapi lupa seiring berjalannya waktu–memang benar-benar menjadi berkah bagi warganet yang sangat terganggu

Continue reading

Cak Nur dan Keutamaan Membaca

Fachrurozi Majid   Bagi keluarga, teman, dan para murid yang kerap berada di dekat Cak Nur, tentu sudah terbiasa melihat Cak Nur membaca, menulis artikel atau mengedit tulisan yang baru saja selesai dicetak. Aktivitas membaca selalu dilakoniknya setiap hari. Dari pagi hingga malam hari. Boleh dibilang, tiada hari tanpa membaca.

Continue reading