
Buku ini memotret pemikiran Nurcholish Madjid (Cak Nur), – salah satu cedekiawan besar muslim Indonesia – tentang pesantren. Cak Nur membagi pola pendidikan pesantren, terkait dengan respon jagat pesantren terhadap tantangan dan arus jaman, ke dalam empat jenis. Pertama, adalah pesantren modern yang penuh ghairah membenahi pesantren dengan system yang kompatibel dengan semangat modernitas. Kedua, pesantren yang “melek” kemajuan jaman sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai yang positif dari tradisi. Ketiga adalah pesantren yang juga memahami aspek positif modernitas namun tetap memilih menjadi jangkat bagi persemaian semanagat tradisionalisme. Keempat adalah pesantren yang bersikap antagonis terhadap gegap gempita modernisasi.
Sejak dilancarkannya perubahan atau modernitas pendidikan Islam di berbagai kawasan Dunia Muslim, tidak banyak lembaga pendidikan tradisional Islam seperti pesantren yang mampu bertahan. Kebanyakannya lenyap setelah tergusur oleh ekspansi sistem pendidikan umum. Tetap bertahannya pesantren mengisyaratkan bahwa tradisi dunia Islam dalam segi-segi tertentu masih tetap relevan di tengah deru modernisasi
