Cak Nur dan Teladan Demokrasi
Muhamad Wahyuni Nafis Ketua Nurcholish Madjid Society (NCMS); Direktur Sekolah Madania Hari ini, 29 Agustus, 13 tahun lalu cendekiawan Nurcholish Madjid (Cak Nur) wafat. Banyak pemikiran yang Cak Nur torehkan semasa hidupnya, yang hari ini masih sangat relevan untuk dikaji dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Tanah
Membangun Manusia Merdeka
Yudi Latif Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Visi Pemerintahan Joko Widodo periode kedua, yang bertekad menggencarkan pembangunan sumber daya manusia (SDM), menuai sambutan antusias sekaligus cemas. Mahabenar menjadikan pembangunan manusia sebagai pusat perhatian. Soedjatmoko mengingatkan, “Manusia adalah pangkal dan ujung pembangunan.” Kemerdekaan Indonesia dihayati sebagai berakhirnya segala bentuk diskriminasi yang
KHAZANAH INTELEKTUAL ISLAM
Nurcholish Madjid, lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Maret 1939 – meninggal di Jakarta, 29 Agustus 2005 pada umur 66 tahun, atau populer dipanggil Cak Nur, adalah seorang pemikir Islam, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Pada masa mudanya sebagai aktivis & kemudian Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia menjadi satu-satunya tokoh yang pernah menjabat sebagai ketua Umum HMI selama dua periode. Ide dan gagasannya tentang
INDONESIA KITA
Indonesia hari ini adalah yang sama dengan apa yang dinyatakan sebagai bangsa pada 28 Oktober 1928 dan sebagai negara yang berdaulat pada 17 Agustus 1945. Apa makna menjadi bangsa Indonesia hari ini? Apalagi ketika kita tengah didera krisis multidimensional, tanpa ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Pada titik perkembangan bangsa dan
ISLAM DOKTRIN DAN PERADABAN
Islam semakin diharapkan tampil dengan tawaran-tawaran kultural yang produktif dan konstruktif, serta mampu menyatakan diri sebagai pembawa kebaikan untuk semua, tanpa eksklusivisme komunal. Orang Muslim harus secara otentik mengembangkan paham kemajemukan masyarakat (pluralisme sosial). Bergandengan dengan itu dituntut pula kesanggupan mengembangkan sikap-sikap saling menghargai antara sesama anggota masyarakat, dengan menghormati



